Jun
06Pagi Ini Aku Cantik Sekali
Filed Under (Keindahan) by admin on 06-06-2008
Tagged Under : Cantik, Pagi
Pagi ini saya cantik sekali.
Padahal sudah berhari-hari rasanya saya adalah the beast, mahluk buruk rupa dari negeri antah berantah. Berkali-kali saya menengok ke cermin, namun apa yang terpampang di cermin memang bukan mimpi. Pantulan wajah yang terukir di sana memang menarik. Bahkan dalam pandangan mata saya sendiri.
Lihatlah mata saya, maka engkau akan dapati apa yang saya dapati di cermin pagi ini. Mata itu berbinar-binar bak bintang bercahaya meski tanpa softlens. Kelopak nya yang tanpa eyeshadow tampak segar dan sehat, tak ada sembab ataupun kantung lebam di sekitarnya. Sungguh, pagi ini saya cantik sekali.
Lihatlah pipi saya dan engkau akan melihat apa yang saya lihat di kaca pagi ini. Pipi yang tanpa bedak dan blush on itu bersemu, halus, lembut dan jernih. Urat-uratnya rileks dan santai. Betul pagi ini saya cantik sekali.
Lihatlah senyum di bibir saya! Pasti engkau akan menyeksikan apa yang saya saksikan di cermin pagi ini. Senyum di bibir yang tanpa lipstick itu sedemikian merekah. Benar, pagi ini saya cantik sekali.
Lihatlah dagu saya maka engkau akan melihat apa yang saya lihat pagi ini. Dagu itu terangkat lurus sejajar dengan rahang yang kokoh namun lembut.
***
maka hal apakah gerangan yang menjadikan hari ini saya cantik sekali?
Tadi pagi saya bangun dengan badan segar, shalat shubuh, kemudian membaca wirid Al Ma`tsurat sambil gerak badan di halaman. Tak ada acara bergelung kembali pasca shubuh. Saya mengisi rongga dada dengan udara pagi yang bersih penuh-penuh hingga kulitpun terasa ikut bernafas lewat segenap pori-porinya. Aha! Mungkin itu yang membangunkan seluruh pori-pori saya dan memberikan kesegaran pada permukaan kulitnya. Seluruh urat syarafpun rileks dan santai hingga menyebabkan pipi ini bersemi, halus, lembut, dan jernih, memancarkan gembira dan riang hati.
Mengapakah saya bisa bangun pagi dengan segar dan tidak tidur lagi sehabis shalat shubuh? Tadi malam! Ya, semalam saya tidur nyenyak sekali tanpa mimpi. Padahal sebelumnya tidur saya hamper selalu dihinggapi mimpi yang melelahkan hingga saat saya bangun, seputar mata menyisakan kantong berwarna legam sehingga akhirnya saya tidur lagi selepas shubuh yang menyebabkan mata menjadi sembab. Aha! Mungkin ini yang menyebabkan kelopak mata saya segar, serta tidak sembab atau berkantung, menggambarkan pemiliknya tidur tanpa beban.
Mengapa saya dapat tidur tanpa diganggu mimpi? Hmm..tadi malam menjelang tidur saya tak lupa membaca doa, kemudian mengantar tidur dengan ayat kursi. Saya juga sempat mengingat kembali apa yang telah saya lakukan hari ini, dan mengikhlaskan diri. Saya menutup mata sambil mengisi nurani penuh-penuh dengan cinta sampai ruh melayang meninggalkan raga. Aha! Bisa jadi itu yang menyebabkan mata saya berbinar, memancarkan aura semabgat dan cinta yang tulus dari hati.
Jauh sebelum shubuh tiba, Allah membangunkan saya untuk beberapa rakaat shalat lail. Aha! Barangkali ini yang menyebabkan saya mampu mengangkat dagu sejajar dengan rahang. Penuh percaya diri karena yakin Allah menyertai.
Dan akhirnya, saya dapat mengakhiri aktivitas domestic saya pagi ini dengan santai sebelum memulai aktivitas public. Tak lagi dikejar-kejar waktu. Meyapa setiap tetangga kamar dan rumah dengan gembira dan senyum lebar. Meluluskan keramahan yang tulus. Dari teman sebaya, ibu-ibu, nenek-nenek, bapak-bapak hingga kucing tak bertuan yang menumpang di sofa depan.
Assalamu`alaikum! Apa kabar pagi ini? Ibu sehat? Hai, mau berangkat sekolah, Dik? Hai, kucing manis. Nyenyak tidurmu semalam? Segala puji bagi Allah! Sungguh, saya cantik sekali pagi ini.
Dan tiba-tiba saya ingat, semua sikap jiwa akan berimbas kepada suasana fisik. Semangat dan optimisme akan memancar dan menjadikan mata berbinar-binar sebagaimana luka dan kesedihan meredupkan cahaya penglihatan.
Kedamaian, kebersihan hati, dan sikap positif akan terbayang pada senyum yang rekah penuh keramahan, sebagaimana kedengkian dan kemarahan akan mengeruhkan roman muka. Kepasrahan dan kepercayaan pada Allah akan memancarkan aura wajah yang jernih dan segar, sebagaimana keputus asaan akan menyebabkan kelesuan. Maha suci Allah yang telah mengaruniakan kecantikan pada saya pagi ini.
***
mungkin ada saat-saat dimana kita kehilangan kecantikan kita, tapi pastikan kita meraihnya kembali. Maka, ayo bangkit dan `dandani` jiwa kita agar kecantikan itu segera kita miliki lagi, berapapun usia kita, apapun status kita. Kemudian tatap wajah anda di cermin. Insya Allah anda akan menjumpai wajah nan cantik dan menarik.
Disadur dari buku `Pagi Ini Aku Cantik Sekali`