<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Cewek.Indonexia.com Blog is Cinta</title>
	<atom:link href="http://cewek.indonexia.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cewek.indonexia.com</link>
	<description>Blog Khusus Cewek Indonesia (Cowok juga boleh kok)</description>
	<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 13:17:29 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Lawan Kata</title>
		<link>http://cewek.indonexia.com/lawan-kata.html</link>
		<comments>http://cewek.indonexia.com/lawan-kata.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 13:17:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<category><![CDATA[Lawan Kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cewek.indonexia.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Kelas yang tadi ribut-ribut tanpa guru, kini menjadi sunyi. Guru Bahasa Indonesia yang paling ditakuti dan disegani oleh semua murid telah masuk ke dalam kelas. Wajahnya garang seperti harimau kelaparan.
Murid-murid : Selamat pagi, Bu Guru!
Bu Guru (dengan suara melengking) : Mengapa bilang selamat pagi saja?
Kalau begitu siang, sore dan malam kalian mendoakan saya tidak selamat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kelas yang tadi ribut-ribut tanpa guru, kini menjadi sunyi. Guru Bahasa Indonesia yang paling ditakuti dan disegani oleh semua murid telah masuk ke dalam kelas. Wajahnya garang seperti harimau kelaparan.</p>
<p>Murid-murid : Selamat pagi, Bu Guru!</p>
<p>Bu Guru (dengan suara melengking) : Mengapa bilang selamat pagi saja?<br />
Kalau begitu siang, sore dan malam kalian mendoakan saya tidak selamat ya?<span id="more-34"></span></p>
<p>Murid-murid : Selamat pagi, siang dan sore Bu Guru&#8230;..</p>
<p>Bu guru : Kenapa panjang sekali? Tidak pernah orang mengucap kan selamat seperti itu! Katakan saja selamat sejahtera, bukankah lebih bagus didengar dan penuh makna? Lagipula ucapan  ini meliputi semua masa dan keadaan.</p>
<p>Murid-murid : Selamat sejahtera Bu Guru!<br />
Bu guru : Sama-sama, duduk! Dengar sini baik-baik. Hari ini Bu Guru mau menguji kalian semua tentang perlawanan kata atau antonim kata. Kalau Bu Guru sebutkan perkataannya, kamu  semua harus cepat menjawabnya dengan lawan katanya, mengerti?</p>
<p>Murid-murid : Mengerti Bu Guru&#8230;</p>
<p>Guru : Pandai!<br />
Murid-murid : Bodoh!</p>
<p>Guru : Tinggi!<br />
Murid-murid : Rendah!</p>
<p>Guru : Jauh!<br />
Murid-murid : Dekat!</p>
<p>Guru : Berjaya!<br />
Murid-murid : Menang!</p>
<p>Guru : Salah itu!<br />
Murid-murid : Betul ini!</p>
<p>Guru (geram) : Bodoh!<br />
Murid-murid : Pandai!</p>
<p>Guru : Bukan!<br />
Murid-murid : Ya!</p>
<p>Guru (mulai pusing) : Oh Tuhan!<br />
Murid-murid : Oh Hamba!</p>
<p>Guru : Dengar ini&#8230;<br />
Murid-murid : Dengar itu&#8230;</p>
<p>Guru : Diam!!!!!<br />
Murid-murid : Ribut!!!!!</p>
<p>Guru : Itu bukan pertanyaan, bodoh!!!<br />
Murid-murid : Ini adalah jawaban, pandai!!!</p>
<p>Guru : Mati aku!<br />
Murid-murid : Hidup kami!</p>
<p>Guru : Saya rotan baru tau rasa!!<br />
Murid-murid : Kita akar lama tak tau rasa!!</p>
<p>Guru : Malas aku ngajar kalian!<br />
Murid-murid : Rajin kami belajar bu guru&#8230;</p>
<p>Guru: Kalian gila semua!!!<br />
Murid-murid : Kami waras sebagian!</p>
<p>Guru : Cukup! Cukup!<br />
Murid-murid : Kurang! Kurang!</p>
<p>Guru : Sudah! Sudah!<br />
Murid-murid : Belum! Belum!</p>
<p>Guru : Mengapa kamu semua bodoh sekali?<br />
Murid-murid : Sebab saya seorang pandai!</p>
<p>Guru : Oh! Melawan, ya??!!<br />
Murid-murid : Oh! Mengalah, tidak??!!</p>
<p>Guru : Kurang ajar!<br />
Murid-murid : Cukup ajar!</p>
<p>Guru : Habis aku!<br />
Murid-murid : Kekal kamu!</p>
<p>Guru (putus asa) : O.K. Pelajaran sudah habis!<br />
Murid-murid : K.O. Pelajaran belum mulai!</p>
<p>Guru : Sudah, bodoh!<br />
Murid-murid : Belum, pandai!</p>
<p>Guru : Berdiri!<br />
Murid-murid : Duduk!</p>
<p>Guru : Bego kalian ini!<br />
Murid-murid : Cerdik kami itu!</p>
<p>Guru : Rusak!<br />
Murid-murid : Baik!</p>
<p>Guru (stres) : Kamu semua ditahan siang hari ini!!!<br />
Murid-murid : Dilepaskan tengah malam itu!!!</p>
<p>Guru (stres) : 66666<br />
Murid-murid : 99999</p>
<p>Guru (stres) : !!!!!<br />
Murid-murid : ?????</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cewek.indonexia.com/lawan-kata.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bandingkan Cinta Anda Dengan Cinta-Nya!</title>
		<link>http://cewek.indonexia.com/bandingkan-cinta-anda-dengan-cinta-nya.html</link>
		<comments>http://cewek.indonexia.com/bandingkan-cinta-anda-dengan-cinta-nya.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 13:16:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>

		<category><![CDATA[Banding]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cewek.indonexia.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Bandingkan Cinta Anda Dengan Cinta-Nya!
Cinta adalah memberi, dengan segala daya dan keterbatasannya seorang pecinta akan memberikan apapun yang sekiranya bakal membuat yang dicintainya senang. Bukan balasan cinta yang diharapkan bagi seorang pecinta sejati, meski itu menjadi sesuatu yang melegakannya. Bagi pecinta sejati, senyum dan kebahagiaan yang dicintainya itulah yang menjadi tujuannya.
Cinta adalah menceriakan, seperti bunga-bunga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bandingkan Cinta Anda Dengan Cinta-Nya!</p>
<p>Cinta adalah memberi, dengan segala daya dan keterbatasannya seorang pecinta akan memberikan apapun yang sekiranya bakal membuat yang dicintainya senang. Bukan balasan cinta yang diharapkan bagi seorang pecinta sejati, meski itu menjadi sesuatu yang melegakannya. Bagi pecinta sejati, senyum dan kebahagiaan yang dicintainya itulah yang menjadi tujuannya.<span id="more-33"></span></p>
<p>Cinta adalah menceriakan, seperti bunga-bunga indah di taman yang membawa kenyamanan bagi yang memandangnya. Seperti rerumputan hijau di padang luas yang kehadirannya bagai kesegaran yang menghampar. Seperti taburan pasir di pantai yang menghantarkan kehangatan seiring tiupan angin yang menawarkan kesejukkan. Dan seperti keelokan seluruh alam yang menghadirkan kekaguman terhadapnya.</p>
<p>Cinta adalah berkorban, bagai lilin yang setia menerangi dengan setitik nyalanya meski tubuhnya habis terbakar. Hingga titik terakhirnya, ia pun masih berusaha menerangi manusia dari kegelapan. Bagai sang Mentari, meski terkadang dikeluhkan karena sengatannya, namun senantiasa mengunjungi alam dan segenap makhluk dengan sinarannya. Seperti Bandung Bondowoso yang tak tanggung-tanggung membangunkan seluruh jin dari tidurnya dan menegakkan seribu candi untuk Lorojonggrang seorang. Sakuriang tak kalah dahsyatnya, diukirnya tanah menjadi sebuah telaga dengan perahu yang megah dalam semalam demi Dayang Sumbi terkasih yang ternyata ibu sendiri. Tajmahal yang indah di India, di setiap jengkal marmer bangunannya terpahat nama kekasih buah hati sang raja juga terbangun karena cinta. Bisa jadi, semua kisah besar dunia, berawal dari cinta.</p>
<p>Cinta adalah kaki-kaki yang melangkah membangun samudera kebaikan. Cinta adalah tangan-tangan yang merajut hamparan permadani kasih sayang. Cinta adalah hati yang selalu berharap dan mewujudkan dunia dan kehidupan yang lebih baik. Cinta selalu berkembang, ia seperti udara yang mengisi ruang kosong. Cinta juga seperti air yang mengalir ke dataran yang lebih rendah.</p>
<p>Tapi ada satu yang bisa kita sepakati bersama tentang cinta. Bahwa cinta, akan membawa sesuatu menjadi lebih baik, membawa kita untuk berbuat lebih sempurna. Mengajarkan pada kita betapa, besar kekuatan yang dihasilkannya. Cinta membuat dunia yang penat dan bising ini terasa indah, paling tidak bisa kita nikmati dengan cinta. Cinta mengajarkan pada kita, bagaimana caranya harus berlaku jujur dan berkorban, berjuang dan menerima, memberi dan mempertahankan.</p>
<p>Tentang Cinta itu sendiri, Rasulullah dalam sabdanya menegaskan bahwa tidak beriman seseorang sebelum Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai daripada selain keduanya. Al Ghazali berkata: &#8220;Cinta adalah inti keberagamaan. Ia adalah awal dan juga akhir dari perjalanan kita. Kalaupun ada maqam yang harus dilewati seorang sufi sebelum cinta, maqam itu hanyalah pengantar ke arah cinta dan bila ada maqam-maqam sesudah cinta, maqam itu hanyalah akibat dari cinta saja.&#8221;</p>
<p>Disatu sisi Allah Sang Pencinta sejati menegaskan, jika manusia-manusia tak lagi menginginkan cinta-Nya, kelak akan didatangkan-Nya suatu kaum yang Dia mencintainya dan mereka mencintai-Nya (QS. Al Maidah:54). Maka, berangkat dari rasa saling mencintai yang demikian itu, bandingkanlah cinta yang sudah kita berikan kepada Allah dengan cinta Dia kepada kita dan semua makhluk-Nya.</p>
<p>Wujud cinta-Nya hingga saat ini senantiasa tercurah kepada kita, Dia melayani seluruh keperluan kita seakan-akan Dia tidak mempunyai hamba selain kita, seakan-akan tidak ada lagi hamba yang diurus kecuali kita. Dia melayani kita seakan-akan kitalah satu-satunya hamba-Nya. Sementara kita menyembah-Nya seakan-akan ada tuhan selain Dia.</p>
<p>Apakah balasan yang kita berikan sebagai imbalan dari Cinta yang Dia berikan? Kita membantah Allah seakan-akan ada Tuhan lain yang kepada-Nya kita bisa melarikan diri. Sehingga kalau kita &#8220;dipecat&#8221; menjadi makhluk-Nya, kita bisa pindah kepada Tuhan yang lain.</p>
<p>Tahukah, jika saja Dia memperhitungkan cinta-Nya dengan cinta yang kita berikan untuk kemudian menjadi pertimbangan bagi-Nya akan siapa-siapa yang tetap bersama-Nya di surga kelak, tentu semua kita akan masuk neraka. Jika Dia membalas kita dengan balasan yang setimpal, celakalah kita. Bila Allah membalas amal kita dengan keadilan-Nya, kita semua akan celaka. Jadi, sekali lagi bandingkan cinta kita dengan cinta-Nya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cewek.indonexia.com/bandingkan-cinta-anda-dengan-cinta-nya.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>BILA AKU JATUH CINTA</title>
		<link>http://cewek.indonexia.com/bila-aku-jatuh-cinta.html</link>
		<comments>http://cewek.indonexia.com/bila-aku-jatuh-cinta.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 13:15:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<category><![CDATA[BILA AKU JATUH CINTA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cewek.indonexia.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[BILA AKU JATUH CINTA
Allahu Rabbi
aku minta izin
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau
Allahu Rabbi
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh
Allahu Rabbi
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan kasih-Mu
dan membuatku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BILA AKU JATUH CINTA</p>
<p>Allahu Rabbi<br />
aku minta izin<br />
Bila suatu saat aku jatuh cinta<br />
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang<br />
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau<span id="more-32"></span></p>
<p>Allahu Rabbi<br />
Aku punya pinta<br />
Bila suatu saat aku jatuh cinta<br />
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas<br />
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh</p>
<p>Allahu Rabbi<br />
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta<br />
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan kasih-Mu<br />
dan membuatku semakin mengagumi-Mu</p>
<p>Allahu Rabbi<br />
Bila suatu saat aku jatuh hati<br />
Pertemukanlah kami<br />
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu</p>
<p>Allahu Rabbi<br />
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati<br />
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku<br />
Anugerahkanlah aku cinta-Mu&#8230;<br />
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cewek.indonexia.com/bila-aku-jatuh-cinta.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Arti Kehidupan</title>
		<link>http://cewek.indonexia.com/arti-kehidupan.html</link>
		<comments>http://cewek.indonexia.com/arti-kehidupan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jun 2008 13:14:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<category><![CDATA[Arti Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cewek.indonexia.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Pernah nggak sih kamu ngerasain kalo hidup itu bener-bener &#8216;bad&#8217; dan nggak berarti lagi? Dan berharap, coba kalo kita bisa ada di kehidupan yang lain !
Saya akui, saya cukup sering merasa begitu. Saya pikir, hidup ini kayanya cuma nambahin kesulitan-kesulitan saya aja! &#8216;Kerja menyebalkan&#8217;, hidup tak berguna&#8217;, dan nggak ada sesuatu yang beres!!
Tapi semua itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah nggak sih kamu ngerasain kalo hidup itu bener-bener &#8216;bad&#8217; dan nggak berarti lagi? Dan berharap, coba kalo kita bisa ada di kehidupan yang lain !</p>
<p>Saya akui, saya cukup sering merasa begitu. Saya pikir, hidup ini kayanya cuma nambahin kesulitan-kesulitan saya aja! &#8216;Kerja menyebalkan&#8217;, hidup tak berguna&#8217;, dan nggak ada sesuatu yang beres!!</p>
<p>Tapi semua itu berubah&#8230; sejak kemarin.<span id="more-31"></span></p>
<p>Pandangan saya tentang hidup ini benar-benar telah berubah! Tepatnya terjadi setelah saya bercakap-cakap dengan teman saya. Ia mengatakan kepada saya bahwa walau ia mempunyai 2<br />
pekerjaan dan berpenghasilan sangat minim setiap bulannya, namun ia tetap merasa bahagia dan senantiasa bersukacita.</p>
<p>Saya pun jadi bingung, bagaimana bisa ia bersukacita selalu dengan gajinya yang minim itu untuk menyokong kedua orangtuanya, mertuanya, istrinya, 2 putrinya, ditambah lagi tagihan-tagihan rumah tangga yang numpuk!!!<br />
Kemudian ia menjelaskan bahwa itu semua karena suatu kejadian yang ia alami di India. Hal ini dialaminya beberapa tahun yang lalu saat ia sedang berada dalam situasi yang berat.</p>
<p>Setelah banyak kemunduran yang ia alami itu, ia memutuskan untuk menarik nafas sejenak dan mengikuti tur ke India. Ia mengatakan bahwa di India, ia melihat tepat di depan matanya sendiri bagaimana seorang ibu MEMOTONG tangan kanan anaknya sendiri dengan sebuah golok!!</p>
<p>Keputusasaan dalam mata sang ibu, jeritan kesakitan dari seorang anak yang tidak berdosa yang saat itu masih berumur sekitar 4 tahun!!, terus menghantuinya sampai sekarang.</p>
<p>Kamu mungkin sekarang bertanya-tanya, kenapa ibu itu begitu tega melakukan hal itu? Apa anaknya itu so naughty atau tangannya itu terkena suatu penyakit sampai harus dipotong?</p>
<p>Ternyata tidak!!!</p>
<p>Semua itu dilakukan sang ibu hanya agar anaknya dapat.. MENGEMIS&#8230;!! Ibu itu sengaja menyebabkan anaknya cacat agar dikasihani orang-orang saat mengemis di jalanan!!</p>
<p>Saya benar-benar tidak dapat menerima hal ini, tetapi ini adalah KENYATAAN!! Hanya saja hal mengerikan seperti ini terjadi di belahan dunia yang lain yang tidak dapat saya lihat sendiri.</p>
<p>Kembali pada pengalaman sahabat saya itu, ia juga mengatakan bahwa setelah itu ketika ia sedang berjalan-jalan sambil memakan sepotong roti, ia tidak sengaja menjatuhkan potongan kecil dari roti yang ia makan itu ke tanah. Kemudian dalam sekejap mata, segerombolan anak kira-kira 6 orang anak sudah mengerubungi potongan kecil dari roti yang sudah kotor itu. Mereka berebutan untuk memakannya!! (suatu reaksi yang alami dari kelaparan).</p>
<p>Terkejut dengan apa yang baru saja ia alami,kemudian sahabatku itu menyuruh guidenya untuk mengantarkannya ke toko roti terdekat.</p>
<p>Ia menemukan 2 toko roti dan kemudian membeli semua roti yang ada di kedua toko itu! Pemilik toko sampai kebingungan, tetapi ia bersedia menjual semua rotinya. Kurang dari $100 dihabiskan untuk memperoleh 400 potong roti (jadi tidak sampai $0,25 / potong) dan ia juga menghabiskan kurang lebih $ 100 lagi untuk membeli barang keperluan sehari-hari.</p>
<p>Kemudian ia pun berangkat kembali ke jalan yang tadi dengan membawa satu truk yang dipenuhi dengan roti dan barang-barang keperluan sehari-hari kepada anak-anak (yang kebanyakan CACAT) dan beberapa orang-orang dewasa disitu! Ia pun mendapatkan imbalan yang sungguh tak ternilai harganya, yaitu kegembiraan dan rasa hormat dari orang-orang yang kurang beruntung ini!!</p>
<p>Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia merasa heran bagaimana seseorang bisa melepaskan kehormatan dirinya hanya untuk sepotong roti yang tidak sampai $ 0,25!!</p>
<p>Ia mulai bertanya-tanya pada dirinya sendiri, betapa beruntungnya ia masih mempunyai tubuh yang sempurna, pekerjaan yang baik, juga keluarga yang hangat. Juga untuk setiap kesempatan dimana ia masih dapat berkomentar mana makanan yang enak, mempunyai kesempatan untuk berpakaian rapi, punya begitu banyak hal di mana orang-orang yang ada di hadapannya ini AMAT KEKURANGAN!!</p>
<p>Sekarang aku pun mulai berpikir seperti itu juga! Sebenarnya, apakah hidup saya ini sedemikian buruknya? TIDAK, sebenarnya tidak buruk sama sekali!! Nah, bagaimana dengan kamu?</p>
<p>Mungkin di waktu lain saat kamu mulai berpikir seperti aku, cobalah ingat kembali tentang seorang anak kecil yang HARUS KEHILANGAN sebelah tangannya hanya untuk mengemis di pinggir jalan..!!</p>
<p>Saudara, banyak hal yang sudah kita alami dalam menjalani kehidupan kita selama ini, sudahkah kita BERSYUKUR??? Apakah kita mengeluh saja dan selalu merasa tidak puas dengan apa<br />
yang sudah kita miliki??</p>
<p>Special collection from On Eagle&#8217;s Wings 2000<br />
&#8220;Life is Beautiful&#8221;</p>
<p>&#8220;Demi masa. Sesungguhnya manusia dalam kerugian, kecuali orang2 yang beriman dan beramal saleh dan saling berwasiat dengan kebenaran dan saling berwasiat dengan kesabaran&#8221;.</p>
<p>Jadi&#8230;isi waktumu dengan amal kebajikan agar tidak merugi, baik di dunia maupun di akhirat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cewek.indonexia.com/arti-kehidupan.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Andai Rasulullah Bertamu Ke Rumah Kita</title>
		<link>http://cewek.indonexia.com/andai-rasulullah-bertamu-ke-rumah-kita.html</link>
		<comments>http://cewek.indonexia.com/andai-rasulullah-bertamu-ke-rumah-kita.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jun 2008 13:11:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<category><![CDATA[Rasulullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cewek.indonexia.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Bayangkan apabila Rasulullah saw dengan seizin Allah tiba-tiba muncul mengetuk pintu rumah kita&#8230;
Beliau datang dengan tersenyum dan muka bersih di muka pintu rumah kita.
Apa yang akan kita lakukan?
Mestinya kita akan sangat berbahagia, memeluk beliau erat-erat dan lantas mempersilakan beliau masuk ke ruang tamu kita. Kemudia kita tentunya akan meminta dengan sangat agar Rasulullah saw sudi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bayangkan apabila Rasulullah saw dengan seizin Allah tiba-tiba muncul mengetuk pintu rumah kita&#8230;</p>
<p>Beliau datang dengan tersenyum dan muka bersih di muka pintu rumah kita.</p>
<p>Apa yang akan kita lakukan?</p>
<p>Mestinya kita akan sangat berbahagia, memeluk beliau erat-erat dan lantas mempersilakan beliau masuk ke ruang tamu kita. Kemudia kita tentunya akan meminta dengan sangat agar Rasulullah saw sudi menginap beberapa hari di rumah kita.<span id="more-30"></span></p>
<p>Beliau tentu tersenyum&#8230;</p>
<p>Tapi barangkali kita meminta pula Rasulullah saw menunggu sebentar didepan pintu karena kita teringat Video CD rated R18+ yang ada di ruang tengah dan kita tergesa-gesa memindahkan dahulu video tersebut kedalam.</p>
<p>Beliau tentu tersenyum&#8230;<br />
Atau barangkali kita teringat akan lukisan wanita setengah telanjang yang kita pajang di ruang tamu kita, sehingga kita terpaksa juga memindahkannya ke belakangan secara tergesa-gesa. Barangkali kita akan memindahkan lafal Allah dan Muhammad yang ada di ruang samping dan kita meletakkannya di ruang tamu.</p>
<p>Beliau tentu tersenyum&#8230;</p>
<p>Bagaimana bila kemudian Rasulullah saw bersedia menginap di rumah kita?</p>
<p>Barangkali kita menjadi malu bahwa anak kita lebih hapal lagu-lagu barat daripada menghapal Sholawat kepada Rasulullah saw.</p>
<p>Barangkali kita menjadi malu bahwa anak-anak kita tidak mengetahui sedikitpun sejarah Rasulullah saw karena kita lupa dan lalai mangajari anak-anak kita.</p>
<p>Beliau tentu tersenyum&#8230;</p>
<p>Barangkali kita menjadi malu bahwa anak kita tidak mengetahui satupun nama keluarga Rasulullah saw dan sahabatnya tetapi hapal di luar kepala mengenai anggota Powers Rangers atau Kura-Kura Ninja.</p>
<p>Barangkali kita terpaksa harus menyulap satu kamar mandi menjadi ruang Shalat.</p>
<p>Barangkali kita teringat bahwa perempuan di rumah kita tidak memiliki koleksi pakaian yang pantas untuk berhadapan kepada Rasulullah saw.</p>
<p>Beliau tentu tersenyum&#8230;</p>
<p>Belum lagi koleksi buku-buku kita dan anak-anak kita.<br />
Belum lagi koleksi kaset kita dan anak-anak kita.<br />
Belum lagi koleksi karaoke kita dan anak-anak kita.</p>
<p>Kemana kita harus menyingkirkan semua koleksi tersebut demi menghormati junjungan kita?</p>
<p>Barangkali kita menjadi malu diketahui junjungan kita bahwa kita tidak pernah ke masjid meskipun adzan berbunyi..</p>
<p>Beliau tentu tersenyum&#8230;</p>
<p>Barangkali kita menjadi malu karena pada saat maghrib keluarga kita malah sibuk di depan TV.<br />
Barangkali kita menjadi malu karena kita menghabiskan hampir seluruh waktu kita untuk mencari kesenangan duniawi.<br />
Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita tidak pernah menjalankan Shalat Sunnah.<br />
Barangkali kita menjadi malu karena kelyarga kita sangat jarang membaca Al Qur`an.<br />
Barangkali kita menjadi malu bahwa kita tidak mengenal tetangga-tetangga kita.</p>
<p>Beliau tentu tersenyum&#8230;</p>
<p>Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah saw menanyakan kepada kita siapa nama tukang sampah yang setiap hari lewat di depan ruamh kita.<br />
Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah saw bertanya tentang nama dan alamat tukang penjaga masjid di kampung kita.</p>
<p>Betapa senyum beliau masih ada disitu&#8230;</p>
<p>Bayangkan apabila Rasulullah saw tiba-tiba muncul di depan rumah kita&#8230;</p>
<p>Apa yang akan kita lakukan?</p>
<p>Masihkah kita kita memeluk junjungan kita dan mempersilakan beliau masuk dan menginap di rumah kita?</p>
<p>Ataukah akhirnya dengan berat hati, kita akan menolak beliau berkunjung ke rumah kita karena hal itu akan sangat membuat kita repot dan malu.</p>
<p>Maafkan kamu ya Rasulullah&#8230;..</p>
<p>Masihkah beliau tersenyum?</p>
<p>Senyum pilu,&#8230;<br />
Senyum sedih,&#8230; dan senyum getir&#8230;</p>
<p>Oh, betapa memalukannya kehidupan kita saat ini di mata Rasulullah&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cewek.indonexia.com/andai-rasulullah-bertamu-ke-rumah-kita.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ada kekuatan di dalam cinta</title>
		<link>http://cewek.indonexia.com/ada-kekuatan-di-dalam-cinta-2.html</link>
		<comments>http://cewek.indonexia.com/ada-kekuatan-di-dalam-cinta-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jun 2008 13:10:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>

		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<category><![CDATA[kekuatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cewek.indonexia.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Ada kekuatan di dalam cinta,
Dan orang yang sanggup memberikan cinta adalah orang yang kuat
Karena ia bisa mengalahkan keinginannya
Untuk mementingkan diri sendiri.
Ada kekuatan dalam tawa kegembiraan,
Dan orang tertawa gembira adalah orang yang kuat
Karena ia tidak pernah terlarut
Dengan tantangan dan cobaan.
Ada kekuatan di dalam kedamaian diri,
Dan orang yang dirinya penuh damai bahagia adalah orang yang kuat
Karena ia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada kekuatan di dalam cinta,<br />
Dan orang yang sanggup memberikan cinta adalah orang yang kuat<br />
Karena ia bisa mengalahkan keinginannya<br />
Untuk mementingkan diri sendiri.<br />
Ada kekuatan dalam tawa kegembiraan,<br />
Dan orang tertawa gembira adalah orang yang kuat<br />
Karena ia tidak pernah terlarut<br />
Dengan tantangan dan cobaan.<span id="more-29"></span></p>
<p>Ada kekuatan di dalam kedamaian diri,<br />
Dan orang yang dirinya penuh damai bahagia adalah orang yang kuat<br />
Karena ia tidak pernah tergoyahkan<br />
Dan tidak mudah diombang-ambingkan.</p>
<p>Ada kekuatan di dalam kesabaran,<br />
Dan orang yang sabar adalah orang yang kuat<br />
Karena ia sanggup menanggung segala sesuatu<br />
Dan ia tidak pernah merasa disakiti.</p>
<p>Ada kekuatan di dalam kemurahan,<br />
Dan orang yang murah hati adalah orang yang kuat<br />
Karena ia tidak pernah menahan mulut dan tangannya<br />
Untuk melakukan yang baik bagi sesamanya.</p>
<p>Ada kekuatan di dalam kebaikan,<br />
Dan orang yang baik adalah orang yang kuat<br />
Karena ia bisa selalu mampu melakukan yang baik<br />
Bagi semua orang.</p>
<p>Ada kekuatan di dalam kesetiaan,<br />
Dan orang yang setia adalah orang yang kuat<br />
Karena ia bisa mengalahkan nafsu dan keinginan pribadi<br />
Dengan kesetiaannya kepada Allah dan sesama.</p>
<p>Ada kekuatan di dalam kelemahlembutan,<br />
Dan orang yang lemah lembut adalah orang yang kuat<br />
Karena ia bisa menahan diri<br />
Untuk tidak membalas dendam.</p>
<p>Ada kekuatan di dalam penguasaan diri,<br />
Dan orang yang bisa menguasai diri adalah orang yang kuat<br />
Karena ia bisa mengendalikan segala nafsu keduniawian.<br />
&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Disitulah semua letak-letak dimana Kekuatan Sejati berada&#8230;.</p>
<p>Dan sadarlah bahwa kalian juga memiliki cukup Kekuatan untuk mengatasi segala masalah kalian. Dimanapun juga, seberat dan serumit apapun juga.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cewek.indonexia.com/ada-kekuatan-di-dalam-cinta-2.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ambil Islam Seluruhnya..atau?</title>
		<link>http://cewek.indonexia.com/ambil-islam-seluruhnyaatau.html</link>
		<comments>http://cewek.indonexia.com/ambil-islam-seluruhnyaatau.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 13:10:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>

		<category><![CDATA[Islam Sempurna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cewek.indonexia.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[alhikmah.com - Suatu kali sekelompok sahabat sedang berkumpul untuk makan bersama.  Menu yang dihidangkan adalah beberapa masakan dari  daging onta beserta minum berupa susu onta. Tak lama kemudian datanglah seorang sahabat yang lain yaitu Abdullah bin Salam seraya berkata : “Daging onta dan susunya dalam agama kami dilarang”  Mendengar pernyataan tersebut terperanjatkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>alhikmah.com - Suatu kali sekelompok sahabat sedang berkumpul untuk makan bersama.  Menu yang dihidangkan adalah beberapa masakan dari  daging onta beserta minum berupa susu onta. Tak lama kemudian datanglah seorang sahabat yang lain yaitu Abdullah bin Salam seraya berkata : “Daging onta dan susunya dalam agama kami dilarang”  Mendengar pernyataan tersebut terperanjatkan para sahabat yang lain, “Bukankah Abdullah bin Salam sudah masuk Islam ??!!”<span id="more-28"></span></p>
<p>Singkat cerita, kemudian Baginda Rasulullah SAW datang dan para sahabat menanyakan ttg kejadian tersebut. Beliau bersabda, ”Al-Qur’an dan Taurat sama-sama kitab samawi”, dengan pernyataan Rasulullah tsb kemudian Allah mengkoreksi dengan turunnya ayat berikut:</p>
<p>Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (Qs. 2:208)<br />
Saudaraku, Kalaulah kita sempat merenungi ayat ini, sepertinya ada beberapa ibroh yang bisa ambil :</p>
<p>1.       Seruan untuk masuk Islam secara total<br />
Islam ibarat sebuah bangunan yang indah. Untuk menikmatinya tidak cukup hanya melihatnya dari luar, kita perlu membuka pintunya kemudian masuk untuk menikmati seluruh kamar, dan segala interior didalamnya.<br />
Islam harus kita pahami bukan hanya sebagai agama, tapi dia adalah satu ideologi, suatu tuntunan hidup (way of life) yang sangat sempurna.  Apapun yang kita lakukan, setiap desahan nafas kita harus kita usahakan dengan maksimal agar sesuai dengan Islam. Islam itu tinggi, dan tidak ada lagi yang lebih tinggi darinya.  Islam adalah agama yang sempurna, dan tidak ada lagi yang lebih sempurna darinya.</p>
<p>….. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi dien-mu….. (Al-Maaidah :3)</p>
<p>Saya sering bercerita pada adik-adik saya, bahwa seperti halnya sebuah motor, tidak ada yang lebih tahu bagaimana cara merawatnya, apakah spesifikasi spare partnya, dan bagaimana menjalankannya, selain pabrik pembuatnya.</p>
<p>Begitu pula dengan kita, Allah adalah pencipta kita, Dialah yang Maha mengetahui apa yang terbaik bagi diri kita, berapa rizki yang sesuai dengan kita, siapa jodoh kita, bagaimana hidup kita.  Dia yang paling tahu, bukan kita.</p>
<p>Dan seperti halnya sebuah motor yang pasti punya sebuah buku panduan, Allah juga telah menyediakan panduan itu yaitu Islam. Allah tidak akan bisa menerima Islam dicampur-campur dengan keyakinan lain.<br />
Sahabat Umar bin Khatab pernah membawa-bawa kitab Taurat, saat Rasulullah melihat beliau berkata dengan keras , “Ya Umar, seandaikan Musa masih hidup , niscaya dia juga akan mengikuti risalahku.!”<br />
Betapa sering kita lihat  realitas didepan kita, saat Islam menguntungkan atau tidak merugikan maka saat itu pula dia ambil Islam, tapi saat dirasa berat saat itu juga dia mengambil yang lain.</p>
<p>2.       Hanya orang beriman yang dipanggil dalam ayat ini, Allah sengaja tidak memanggil dengan panggilan “ Hai sekalian manusia…” , atau “Hai sekalian kaum muslimin…” , tapi dengan jelas menggunakan panggilan “ Hai orang-orang yang beriman..”  .</p>
<p>Pertimbangan utama dalam penyebutan ini adalah bahwa orang mukmin (beriman) cenderung lebih bisa menerima ayat ini. Orang mukmin jelas tidak sama dengan orang muslim (mengaku berislam).  Dalam hati orang muslim bisa jadi masih keraguan akan keislamannya.  Hal ini tidak berlaku orang yang beriman.  Para ulama mendifinisikan kata iman sendiri sebagai :<br />
Pembenaran dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan dikerjakan dengan anggota tubuh dalam amalan sehari-hari. Jadi bukan hanya sebatas pada pengertian percaya seperti yang kita terima selama ini.  Percaya pada Allah, percaya pada Malaikat, percaya pada kitab suci, dan selanjutnya…</p>
<p>3.       Ambil Islam seluruhnya atau tidak sama sekali.<br />
Dr. Ahzami Samiun Jazuli, seorang ulama terkemuka dalam Ilmu Tafsir di Indonesia mengemukakan dalam satu ceramahnya, seringkali kita memenggal ayat ini hanya sampai melaksanakan Islam secara kaffah, padahal ada kelanjutan ayatnya yaitu seruan agar kita tidak mengikuti langkah-langkah syaitan.</p>
<p>Dengan mengambilnya secara lengkap maka terkandung maksud bahwa seorang mukmin hanya mempunyai dua pilihan yaitu jika tidak melaksanakan Islam secara kaffah maka otomatis dia tergolong orang-orang yang mengikuti langkah-langkah syaitan. Atau bisa dengan ungkapan lain “Ambil Islam secara keseluruhan atau tidak sama sekali” dengan segala kompensasi dan konsekuensi yang akan di dapat.</p>
<p>Saudaraku, Kita hidup di bumi Allah, lalu jika kita masih mengikuti aturan selain aturan dari tuan rumah bukankah berarti kita adalah seorang tamu yang tidak tahu diri ??</p>
<p>4.       Jadikan syaitan sebagai musuh abadi</p>
<p>Setan adalah musuh, dan selamanya akan menjadi musuh.  Permintaan  setan sebelum dia dimasukkan ke neraka, adalah satu komitmen untuk menyesatkan seluruh umat manusia.<br />
Dari sini, masihkan dia bisa dianggap sebagai teman ??</p>
<p>Anehnya masih banyak orang yang justru bangga saat dia telah melakukan kemaksiatan,<br />
Banyak yang bangga saat berhasil naik kereta tanpa tiket,<br />
Banyak yang bangga saat bisa mendapat keuntungan  yang sebenarnya bukan haknya,<br />
Banyak yang bangga saat bisa berbohong pada yang lain.<br />
Padahal kalau mau jujur, mereka pasti mengakui bahwa itu perbuatan yang tidak benar.<br />
Anehnya lagi, jika ada orang yang sebelumnya selalu melakukan keburukan kemudian tiba-tiba berubah dengan melakukan kebaikan, muncullah komentar “ Ah, sok alim lu..!!”<br />
Mungkin hanya satu jawaban yang tepat untuk men-couternya , yaitu “Ah, sok kafir lu..!!”<br />
wallohu a&#8217;lam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cewek.indonexia.com/ambil-islam-seluruhnyaatau.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jodoh dan Kedewasaan Kita</title>
		<link>http://cewek.indonexia.com/jodoh-dan-kedewasaan-kita.html</link>
		<comments>http://cewek.indonexia.com/jodoh-dan-kedewasaan-kita.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 13:05:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pilihan]]></category>

		<category><![CDATA[adil]]></category>

		<category><![CDATA[dewasa]]></category>

		<category><![CDATA[Jodoh]]></category>

		<category><![CDATA[takdir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cewek.indonexia.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Jodoh dan Kedewasaan Kita
Jodoh adalah problema serius, terutama bagi para Muslimah. Kemana pun mereka melangkah, pertanyaan-pertanyaan &#8220;kreatif&#8221; tiada henti membayangi. Kapan aku menikah? Aku rindu seorang pendamping, namun siapa? Aku iri melihat wanita muda menggendong bayi, kapan giliranku dipanggil ibu? Aku jadi ragu, benarkah aku punya jodoh? Atau jangan-jangan Tuhan berlaku tidak adil?
Jodoh serasa ringan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jodoh dan Kedewasaan Kita</p>
<p>Jodoh adalah problema serius, terutama bagi para Muslimah. Kemana pun mereka melangkah, pertanyaan-pertanyaan &#8220;kreatif&#8221; tiada henti membayangi. Kapan aku menikah? Aku rindu seorang pendamping, namun siapa? Aku iri melihat wanita muda menggendong bayi, kapan giliranku dipanggil ibu? Aku jadi ragu, benarkah aku punya jodoh? Atau jangan-jangan Tuhan berlaku tidak adil?<span id="more-27"></span></p>
<p>Jodoh serasa ringan diucap, tapi rumit dalam realita. Kebanyakan orang ketika berbicara soal jodoh selalu bertolak dari sebuah gambaran ideal tentang kehidupan rumah tangga. Otomatis dia lalu berpikir serius tentang kriteria calon idaman. Nah, di sinilah segala sedu-sedan pembicaraan soal jodoh itu berawal. Pada mulanya, kriteria calon hanya menjadi &#8216;bagian masalah&#8217;, namun kemudian justru menjadi inti permasalahan itu sendiri.</p>
<p>Di sini orang berlomba mengajukan &#8220;standardisasi&#8221; calon: wajah rupawan, berpendidikan tinggi, wawasan luas, orang tua kaya, profesi mapan, latar belakang keluarga harmonis, dan tentu saja kualitas keshalihan.</p>
<p>Ketika ditanya, haruskah seideal itu? Jawabnya ringan. &#8220;Apa salahnya? Ikhtiar tidak apa, kan?&#8221; Memang, ada juga jawaban lain, &#8220;Saya tidak pernah menuntut. Yang penting bagi saya calon yang shalih saja.&#8221; Sayangnya, jawaban itu diucapkan ketika gurat-gurat keriput mulai menghiasi wajah. Dulu ketika masih fresh, sekadar senyum pun mahal.</p>
<p>Tidak ada satu pun dalih, bahwa peluang jodoh lebih cepat didapatkan oleh mereka yang memiliki sifat superior (serbaunggul). Memperhitungkan kriteria calon memang sesuai sunnah, namun kriteria tidak pernah menjadi penentu sulit atau mudahnya orang menikah. Pengalaman riil di lapangan kerap kali menjungkirbalikkan prasangka-prasangka kita selama ini.</p>
<p>Jodoh, jika direnungkan, sebenarnya lebih bergantung pada kedewasaan kita. Banyak orang merintih pilu, menghiba dalam doa, memohon kemurahan Allah, sekaligus menuntut keadilan-Nya. Namun prestasi terbaik mereka hanya sebatas menuntut, tidak tampak bukti kesungguhan untuk menjemput kehidupan rumah tangga.</p>
<p>Mereka bayangkan kehidupan rumah tangga itu indah, bahkan lebih indah dari film-film picisan ala bintang India, Sahrukh Khan. Mereka tidak memandang bahwa kehidupan keluarga adalah arena perjuangan, penuh liku dan ujian, dibutuhkan napas kesabaran panjang, kadang kegetiran mampir susul-menyusul. Mereka hanya siap menjadi raja atau ratu, tidak pernah menyiapkan diri untuk berletih-letih membina keluarga.</p>
<p>Kehidupan keluarga tidak berbeda dengan kehidupan individu, hanya dalam soal ujian dan beban jauh lebih berat. Jika seseorang masih single, lalu dibuai penyakit malas dan manja, kehidupan keluarga macam apa yang dia impikan?</p>
<p>Pendidikan, lingkungan, dan media membesarkan generasi muda kita menjadi manusia-manusia yang rapuh. Mereka sangat pakar dalam memahami sebuah gambar kehidupan yang ideal, namun lemah nyali ketika didesak untuk meraih keidealan itu dengan pengorbanan. Jika harus ideal, mereka menuntut orang lain yang menyediakannya. Adapun mereka cukup ongkang-ongkang kaki. Kesulitan itu pada akhirnya kita ciptakan sendiri, bukan dari siapa pun.</p>
<p>Bagaimana mungkin Allah akan memberi nikmat jodoh, jika kita tidak pernah siap untuk itu? &#8220;Tidaklah Allah membebani seseorang melainkan sekadar sesuai kesanggupannya. &#8221; (QS Al Baqarah, 286). Di balik fenomena \&#8221;telat nikah\&#8221; sebenarnya ada bukti-bukti kasih sayang Allah SWT.</p>
<p>Ketika sifat kedewasaan telah menjadi jiwa, jodoh itu akan datang tanpa harus dirintihkan. Kala itu hati seseorang telah bulat utuh, siap menerima realita kehidupan rumah tangga, manis atau getirnya, dengan lapang dada.</p>
<p>Jangan pernah lagi bertanya, mana jodohku? Namun bertanyalah, sudah dewasakah aku?</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam bisshawaab.</p>
<p>Arsip Tulisan Aktifis - 20 April 2004 (Sumber : Republika Online)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cewek.indonexia.com/jodoh-dan-kedewasaan-kita.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pencarian Makna</title>
		<link>http://cewek.indonexia.com/pencarian-makna.html</link>
		<comments>http://cewek.indonexia.com/pencarian-makna.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 13:03:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>

		<category><![CDATA[Makna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cewek.indonexia.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[”Kamu kenapa banyak sekali sholatnya? Apa tidak capek, kan itu mengganggu ritme kerja”, tanya Berti, temanku dari Jerman. Itu kira-kira diskusi awal kami tentang sholat. Berbagai pertanyaan muncul, dan butuh jawaban. Kadang beberapa pertanyaan menimbulkan perdebatan, jawaban yang menurutnya kurang logis akan mengalami penolakan, dan tentu saja gak mudah menghadirkan jawaban yang bisa mereka cerna.
”Kenapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>”Kamu kenapa banyak sekali sholatnya? Apa tidak capek, kan itu mengganggu ritme kerja”, tanya Berti, temanku dari Jerman. Itu kira-kira diskusi awal kami tentang sholat. Berbagai pertanyaan muncul, dan butuh jawaban. Kadang beberapa pertanyaan menimbulkan perdebatan, jawaban yang menurutnya kurang logis akan mengalami penolakan, dan tentu saja gak mudah menghadirkan jawaban yang bisa mereka cerna.<span id="more-26"></span></p>
<p>”Kenapa ya, setiap saya bertanya sama beberapa orang Islam, mereka selalu menjawab bahwa itu perintah Allah, udah ada dalam Al Quran, dan Hadist?”, itu pertanyaan yang biasa dilontarkan beberapa temanku yang non muslim dan datang dari negara-negara maju.</p>
<p>Aku mikir juga, padahal jawaban mereka itu bener lho. Toh secara mendasar desain hidup manusia menurut Allah memang untuk beribadat, dan yang pasti gak bisa ditawar. Wama a Khalaqtul Jinna wal Insa Illa liya’buduun. Tapi kenapa jawaban itu gak memuaskan mereka? Menurutku, karena mereka sudah terbiasa berpikir logis, jadi kita mesti memberikan jawaban yang sejalan dengan pikiran mereka.<br />
Kalo aku ngeliat harfiah kita sebagai manusia, yang diberikan akal, berarti Allah udah menyuruh kita untuk berfikir, menggali semua potensi langit dan bumi (QS. 55:33)</p>
<p>”Hai jama&#8217;ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan”.</p>
<p>Dan ayat-ayat-Nya yang sarat dengan makna yang perlu digali. Toh, Allah sendiri juga gak suka dengan muslim yang hanya membawa-bawa kitab-Nya tapi gak tahu maknanya.</p>
<p>Walo kita tahu kalau sikap kita terhadap perintah Allah adalah sami&#8217;na wa atha&#8217;na sesuatu yang gak bisa ditawar lagi. Trus, kenapa kita masih mencari makna? Karena manusia diberi akal untuk berpikir, dan dengan berpikir itu melanjutkan proses keimanan agar meningkatkan ketaqwaan. Jadi, pencarian makna itu semata-mata menambah keimanan dan ketaqwaan.</p>
<p>Kultur kita yang sebagian besar membentuk keislaman kita. Masyarakat Islam kita sebagian besar terlahir sebagai muslim, dan mereka menjalani hidup dengan tetap berpredikat sebagai muslim, namun yang membedakan apakah mereka menjalankan islam keturunan dan kewajiban, atau menjalankan islam dengan mencari dan memahami islam itu sendiri. Beberapa yang hanya ”islam KTP” toh akhirnya dengan mudah dipengaruhi dan meninggalkan Islam demi sebuah pernikahan, pekerjaan, dan sebagainya.</p>
<p>Dan kita juga tahu kalo seorang berilmu, yang menggali makna untuk meningkatkan ketaqwaannya, punya nilai lebih dibanding dengan ahli ibadah yang seharian membaca al quran dan menegakkan sholat, namun tidak tahu maknanya.</p>
<p>Dengar saja lirik lagunya Bimbo, Anak Bertanya:<br />
Ada anak bertanya pada bapaknya.<br />
Buat apa berlapar-lapar puasa.<br />
Ada anak bertanya pada bapaknya.<br />
Tadarus tarawih apalah gunanya.</p>
<p>Dari lirik itu secara mudah kita simpulkan, bahwa perintah dan larangan Allah itu pasti ada makna dibaliknya. Aku kadang jadi miris juga, denger jawaban orangtua ke anaknya yang menanyakan hal diatas,”Hus, kerjakan saja. Itu udah perintah Allah, jadi tinggal dijalankan saja kalau gak nanti berdosa”. Dengan bekal seperti itu dari kecil, bagaimana generasi berikutnya? Bagaimana mereka tidak menjadi gamang dalam menjalankan keislamannya, sementara dari kecil mereka tidak pernah diperkenalkan dengan makna keislaman itu sendiri.</p>
<p>Lapar mengajarmu rendah hati selalu.<br />
Tadarus artinya memahami kitab suci.<br />
Tarawih mendekatkan diri pada Illahi.</p>
<p>eramuslim - Publikasi: 06/01/2004 13:13 WIB</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cewek.indonexia.com/pencarian-makna.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pagi Ini Aku Cantik Sekali</title>
		<link>http://cewek.indonexia.com/pagi-ini-aku-cantik-sekali.html</link>
		<comments>http://cewek.indonexia.com/pagi-ini-aku-cantik-sekali.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 14:17:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Keindahan]]></category>

		<category><![CDATA[Cantik]]></category>

		<category><![CDATA[Pagi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cewek.indonexia.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini saya cantik sekali.
Padahal sudah berhari-hari rasanya saya adalah the beast, mahluk buruk rupa dari negeri antah berantah. Berkali-kali saya menengok ke cermin, namun apa yang terpampang di cermin memang bukan mimpi. Pantulan wajah yang terukir di sana memang menarik. Bahkan dalam pandangan mata saya sendiri.
Lihatlah mata saya, maka engkau akan dapati apa yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi ini saya cantik sekali.</p>
<p>Padahal sudah berhari-hari rasanya saya adalah the beast, mahluk buruk rupa dari negeri antah berantah. Berkali-kali saya menengok ke cermin, namun apa yang terpampang di cermin memang bukan mimpi. Pantulan wajah yang terukir di sana memang menarik. Bahkan dalam pandangan mata saya sendiri.</p>
<p>Lihatlah mata saya, maka engkau akan dapati apa yang saya dapati di cermin pagi ini. Mata itu berbinar-binar bak bintang bercahaya meski tanpa softlens. Kelopak nya yang tanpa eyeshadow tampak segar dan sehat, tak ada sembab ataupun kantung lebam di sekitarnya. Sungguh, pagi ini saya cantik sekali.<span id="more-25"></span></p>
<p>Lihatlah pipi saya dan engkau akan melihat apa yang saya lihat di kaca pagi ini. Pipi yang tanpa bedak dan blush on itu bersemu, halus, lembut dan jernih. Urat-uratnya rileks dan santai. Betul pagi ini saya cantik sekali.</p>
<p>Lihatlah senyum di bibir saya! Pasti engkau akan menyeksikan apa yang saya saksikan di cermin pagi ini. Senyum di bibir yang tanpa lipstick itu sedemikian merekah. Benar, pagi ini saya cantik sekali.<br />
Lihatlah dagu saya maka engkau akan melihat apa yang saya lihat pagi ini. Dagu itu terangkat lurus sejajar dengan rahang yang kokoh namun lembut.<br />
***<br />
maka hal apakah gerangan yang menjadikan hari ini saya cantik sekali?<br />
Tadi pagi saya bangun dengan badan segar, shalat shubuh, kemudian membaca wirid Al Ma`tsurat sambil gerak badan di halaman. Tak ada acara bergelung kembali pasca shubuh. Saya mengisi rongga dada dengan udara pagi yang bersih penuh-penuh hingga kulitpun terasa ikut bernafas lewat segenap pori-porinya. Aha! Mungkin itu yang membangunkan seluruh pori-pori saya dan memberikan kesegaran pada permukaan kulitnya. Seluruh urat syarafpun rileks dan santai hingga menyebabkan pipi ini bersemi, halus, lembut, dan jernih, memancarkan gembira dan riang hati.</p>
<p>Mengapakah saya bisa bangun pagi dengan segar dan tidak tidur lagi sehabis shalat shubuh? Tadi malam! Ya, semalam saya tidur nyenyak sekali tanpa mimpi. Padahal sebelumnya tidur saya hamper selalu dihinggapi mimpi yang melelahkan hingga saat saya bangun, seputar mata menyisakan kantong berwarna legam sehingga akhirnya saya tidur lagi selepas shubuh yang menyebabkan mata menjadi sembab. Aha! Mungkin ini yang menyebabkan kelopak mata saya segar, serta tidak sembab atau berkantung, menggambarkan pemiliknya tidur tanpa beban.</p>
<p>Mengapa saya dapat tidur tanpa diganggu mimpi? Hmm..tadi malam menjelang tidur saya tak lupa membaca doa, kemudian mengantar tidur dengan ayat kursi. Saya juga sempat mengingat kembali apa yang telah saya lakukan hari ini, dan mengikhlaskan diri. Saya menutup mata sambil mengisi nurani penuh-penuh dengan cinta sampai ruh melayang meninggalkan raga. Aha! Bisa jadi itu yang menyebabkan mata saya berbinar, memancarkan aura semabgat dan cinta yang tulus dari hati.<br />
Jauh sebelum shubuh tiba, Allah membangunkan saya untuk beberapa rakaat shalat lail. Aha! Barangkali ini yang menyebabkan saya mampu mengangkat dagu sejajar dengan rahang. Penuh percaya diri karena yakin Allah menyertai.</p>
<p>Dan akhirnya, saya dapat mengakhiri aktivitas domestic saya pagi ini dengan santai sebelum memulai aktivitas public. Tak lagi dikejar-kejar waktu. Meyapa setiap tetangga kamar dan rumah dengan gembira dan senyum lebar. Meluluskan keramahan yang tulus. Dari teman sebaya, ibu-ibu, nenek-nenek, bapak-bapak hingga kucing tak bertuan yang menumpang di sofa depan.</p>
<p>Assalamu`alaikum! Apa kabar pagi ini? Ibu sehat? Hai, mau berangkat sekolah, Dik? Hai, kucing manis. Nyenyak tidurmu semalam? Segala puji bagi Allah! Sungguh, saya cantik sekali pagi ini.<br />
Dan tiba-tiba saya ingat, semua sikap jiwa akan berimbas kepada suasana fisik. Semangat dan optimisme akan memancar dan menjadikan mata berbinar-binar sebagaimana luka dan kesedihan meredupkan cahaya penglihatan.</p>
<p>Kedamaian, kebersihan hati, dan sikap positif akan terbayang pada senyum yang rekah penuh keramahan, sebagaimana kedengkian dan kemarahan akan mengeruhkan roman muka. Kepasrahan dan kepercayaan pada Allah akan memancarkan aura wajah yang jernih dan segar, sebagaimana keputus asaan akan menyebabkan kelesuan. Maha suci Allah yang telah mengaruniakan kecantikan pada saya pagi ini.<br />
***<br />
mungkin ada saat-saat dimana kita kehilangan kecantikan kita, tapi pastikan kita meraihnya kembali. Maka, ayo bangkit dan `dandani` jiwa kita agar kecantikan itu segera kita miliki lagi, berapapun usia kita, apapun status kita. Kemudian tatap wajah anda di cermin. Insya Allah anda akan menjumpai wajah nan cantik dan menarik.</p>
<p>Disadur dari buku `Pagi Ini Aku Cantik Sekali`</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cewek.indonexia.com/pagi-ini-aku-cantik-sekali.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
